Skip to content
Sabtu - 22 Agustus, 2026 7-Rabi Al Awwal-1448

Berapa hari lagi hingga Lailatul Qadar

Pelajari tentang makna, sejarah, dan amalan yang terkait dengan peristiwa Islami penting ini.

Tanggal Hijri: 26-Ramadan-1448
Tanggal Masehi: 2027-03-06
196
Hari tersisa

Tentang Lailatul Qadar 2027 (1448)

Pelajari tentang makna, sejarah, dan amalan yang terkait dengan peristiwa Islami penting ini.

Kalender Lunar

Tanggal Islami mengikuti siklus lunar, dengan setiap bulan dimulai saat terlihatnya bulan baru.

Peristiwa Suci

Peristiwa ini memiliki makna spiritual yang mendalam dan dirayakan oleh Muslim di seluruh dunia.

Waktu yang Tepat

Kalender kami menyediakan tanggal yang akurat untuk setiap peristiwa Islami, disesuaikan dengan zona waktu lokal Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Pertanyaan umum tentang Lailatul Qadar 2027 (1448)

Kapan Lailatul Qadr 2027?

Lailatul Qadr 2027 diperkirakan jatuh pada salah satu malam ganjil dalam sepuluh hari terakhir Ramadan 1448, khususnya pada 2027-03-06 (27 Ramadan).
Tersisa sekitar 196 hari hingga kemungkinan tanggal Lailatul Qadr pada 2027-03-06.
Malam Kekuatan 2027 bisa jatuh pada malam ganjil manapun dalam sepuluh hari terakhir Ramadan, dengan 2027-03-06 (27 Ramadan) sebagai tanggal yang paling umum diperingati.
Lailatul Qadr, Malam Kekuatan atau Malam Ketetapan, adalah malam paling suci dalam Islam ketika Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad. Ibadah pada malam ini lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.
Lailatul Qadr terjadi selama sepuluh malam terakhir Ramadan, dengan banyak ulama percaya bahwa itu jatuh pada salah satu malam bernomor ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29), khususnya malam ke-27.
Al-Quran menyatakan bahwa ibadah pada malam ini lebih baik dari ibadah selama seribu bulan (83 tahun), menjadikannya malam yang paling diberkahi dan paling signifikan secara spiritual dalam setahun bagi umat Muslim.
Umat Muslim sebaiknya menghabiskan malam ini dalam ibadah intensif, termasuk shalat, membaca Al-Quran, dzikir (mengingat Allah), memohon ampunan (Istighfar), dan berdoa untuk bimbingan dan rahmat.
Nabi Muhammad menganjurkan doa: "Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku).
Tanda-tanda tradisional meliputi perasaan damai dan tenang, cuaca yang lembut tanpa panas atau dingin ekstrem, dan matahari terbit tanpa sinar kuat pada pagi berikutnya, meskipun ini bukan indikator definitif.
Surah Al-Qadr (Pasal 97) dalam Al-Quran menggambarkan malam ini, menyatakan bahwa itu lebih baik dari seribu bulan dan bahwa malaikat dan Ruh turun selama malam yang diberkahi ini.